pagi itu rumah kami dipenuhi saudara-mara
dekat dan jauh yang datang bertandang seraya
mengiringi keberangkatan mak dan ayah ke tanah suci.
saya menangis sepenuh hati,
seolah pemergian mereka tiada kembali.
usia lewat suku abad belum menjamin
kemampuan saya untuk mengganti.
saya tak mampu menenangkan adik-adik,
apatah lagi menghilangkan gusar di hati sendiri.
terlintas di hati, di mana silap mak ayah dalam mendidik
sehingga saat itu saya masih tak mampu jadi pengganti.
bertahun telah berlalu, dan malam ini, saya menangis lagi...
p/s.
semoga setiap kepergian tetap ada satu kepulangan.